Jelajahi Potensi Pariwisata yang Membentang Luas di Bumi Pertiwi

kunas-cover

Assalamu’alaikum wa rahmatullah wa barakatuh.

Salam Adidaya! Generasi muda Indonesia, selamat datang di artikel KUNAS (Kuliah Nasional) bulan Desember 2016, kali ini kita akan bersama-sama membahas sekaligus memperkenalkan salah satu program yang telah rutin diselenggarakan PPIT Wuxi tiap bulannya, yakni KUNAS (Kuliah Nasional). Program ini ditujukan bagi pelajar Indonesia di kota Wuxi, provinsi Jiangsu, Tiongkok, dan merupakan sarana penyaluran ide atau pendapat mengenai pendidikan, kebudayaan, serta kewarganegaraan, sekaligus tempat berbagi informasi.

KUNAS edisi 26 November 2016 kali ini mengangkat tema Pariwisata Indonesia (Indonesian’s Tourism) adapun tema ini dilatar belakangi oleh tingginya potensi alam Indonesia yang berbanding terbalik dengan sumber daya manusianya, hal ini di juga ditunjukkan dengan rendahnya produktivitas Indonesia di bidang pariwisata tertinggal jauh dari beberapa negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand. Padahal pada faktanya Indonesia memiliki potensi pariwisata yang tidak kalah besar dari beberapa negara di atas, bahkan banyak darinya yang belum terjamah dan di ketahui oleh masyarakat luas khususnya generasi muda.

kunas-cover-2

Forum dibuka dengan pembahasan singkat yang diawali dari pulau terbarat Indonesia yakni Sumatera hingga Papua, lalu diikuti dengan komoditi terbesar masing-masing pulau serta potensi tersembunyi yang tentunya dapat menjadi daya tarik khas di bidang pariwisata. Inti acara berupa forum diskusi interaktif antar peserta dengan mengangkat beberapa poin yang berkenaan dengan tema pembahasan di antaranya:

  1. Upaya apa yang dapat dilakukan (peran penting generasi muda) untuk mengangkat industri pariwisata Indonesia di mata dunia, melihat potensi besar yang kita miliki di bidang pariwisata.
  2. Belajar dari salah satu provinsi di Indonesia dengan aspek pariwisata paling berkembang yakni Bali, pariwisata pulau Bali telah menyumbangkan defisa yang cukup besar bagi daerahnya dan juga negara, di samping itu juga membuat pulau Bali telah dikenal luas di mancanegara, akan tetapi hal ini tak luput membawa dampak negatif berupa masuk dan bercampurnya budaya-budaya asing dari berbagai negara (akulturasi budaya) yang berakibat pada terkikisnya identitas budaya nasional.
  3. Naiknya jumlah turis internasional tentunya juga berdampak pada jumlah limbah dalam negeri, apa upaya efektif yang dapat dilakukan untuk menanggulangi polusi limbah sampah di Indonesia.

Forum diskusi yang turut pula dihadiri oleh peserta dari luar kota Wuxi, yakni Nanjing dan Changzhou. Peserta aktif menyampaikan saran dan juga pendapat berkenaan dengan topik masalah, adapun dari beberapa saran yang masuk yakni pentingnya pengelolaan dan pemeliharaan yang baik terhadap objek-objek wisata di Indonesia, melibatkan berbagai elemen masyarakat dalam melakukan advertisement salah satunya adalah kalangan pelajar khususnya para pelajar Indonesia yang tengah menuntut ilmu di luar negeri untuk mempromosikan pariwisata Indonesia melalui:

Guide agent yang akan memberikan service terbaik pada tourism, mengharuskan para investor asing memberi waktu senggang pada karyawan untuk berlibur melakukan journey di wilayah Indonesia, serta pemberian pendidikan mengenai budaya daerah dan pariwisata, sehinga nantinya tidak hanya wisatawan mancanegara bahkan wisatawan dalam negeripun ikut dimassivkan.

Membangun  kesadaran umum untuk turut menjaga keindahan tempat-tempat wisata, memberi edukasi masyarakat untuk turut peduli serta mengolah limbah dengan baik dan benar, pemassalan PERDA dan CCTV pengawas pembuangan limbah sampah sembarangan, pendidikan mengenai kebersihan dimasukkan dalam kurikulum pendidikan agama, melakukan sanitary landfill terutama memanfaatkan lahan mati dan pulau pulau yang belum berpenghuni.

Dan banyak lagi potensi-potensi unggul Indonesia yang dapat membuat takjub dunia tentunya.

Sebagai bangsa Indonesia sudah sepatutnya kita bangga dan terus berusaha mengenali jati diri bangsa, sehingga timbulah rasa cinta yang tidak akan tergoyahkan, ibu pertiwi merupakan lumbung energi yang membentang, masyarakat yang dikenal luas hangat dan penuh ramah tamah, hingga surga bagi flora dan fauna langka di dunia, sesuai dengan tajuk KUNAS (Kuliah Nasional) edisi November  “Kita Indonesia”, maka dari itu kami menyerukan kepada generasi penerus bangsa marilah kita mengenal, mengelola dengan bijak, serta melestarikan apa yang telah menjadi anugerah dari Tuhan Yang Maha Kuasa demi kesejahteraan dan kemakmuran bangsa dan negara di masa mendatang.

KUNAS (Kuliah Nasional) ini diharapkan dapat menjadi salah satu pioneer dalam membangun kesadaran generasi muda pada umumnya untuk turut peduli dan bahu-membahu dalam menyelesaikan persoalan negeri.

MARI BANGKIT BERSAMA GENERASI PENERUS HARAPAN BANGSA!

Wassalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Wuxi, 01 Desember 2016
Departemen Seni, Budaya dan Kewarganegaraan
PPIT Wuxi – Kabinet Adidaya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s